Kedewasaan Diri
Berani hidup harus berani dewasa. Hidup ini memang tidak mudah, tetapi alangkah tidak mudahnya hidup tanpa keberanian menjadi dewasa. Bahwa fase demi fase dalam kehidupan merupakan sebuah kepastian. Setiap usia memiliki jenjangnya masing-masing, memiliki situasi yang berbeda, terkadang sulit dan terkadang juga mudah. Tapi keberanian menjadi dewasa adalah keniscayaan yang dengannya lah maka kita akan dapat melalui segala fase-fase itu.
Berani dewasa adalah pilihan hidup yang tidak sederhana. Ini bukanlah semata soal bertambahnya usia. Tapi berani dewasa adalah keputusan akan sikap, sudut pandang, pemikiran dan tindakan yang benar-benar didasarkan kepada kesadaran penuh. Kuncinya terletak pada kematangan, kekuatan pijakan, tujuan akhir yang seterang matahari di puncak siang. Tentu saja ruh dasar dan fundamentalnya jelas-jelas iman. Tetapi proses berani dewasa adalah situasi demi situasi yang kita bangun dari rangkaian sikap demi sikap.Yang kita pupuk dengan ketulusan demi ketulusan. Yang kita rajut dari tabungan demi tabungan hikmah dan renungan jiwa kita. Oleh karenanya sekali lagi berani dewasa adalah sebuah keputusan jiwa yang sangat tidak sederhana dan bahkan mungkin sulit sebab ia seringkali berada dalam situasi lahiriyah yang sangat kontras.
Berani menjadi dewasa adalah suatu pilihan. Sesulit apapun situasinya, kita harus tetap dapat mengajak diri kita untuk meraih tahap kedewasaan itu. Mencapai fase kedewasaan akan amat sangat bermakna bagi kita. Maka, semestinya kita berani menggapai fase kedewasaan itu, yang tidak hanya dinilai dari faktor usia semata, namun kemampuan kita untuk mengkaji segalanya dari kacamata semestinya. Kacamata manusia yang berusaha mencapai kematangan pola pikir dan rasa.
Latihlah diri untuk menjadi dewasa selagi belum terlambat dan umur masih ada karena kedewasaan adalah sebuah keniscayaan hidup yang mesti ada pada setiap insan……
(Dikutip dari Tarbawi dg penambahan seperlunya)
Label: kedewasaan diri, kematangan pola fikir

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda